Minggu , November 18 2018
Mulai Hari ini Biasakan Gerakan Belanja Di Warung Tetangga

Mulai Hari ini Biasakan Gerakan Belanja Di Warung Tetangga

Mulai Hari ini Biasakan Gerakan Belanja Di Warung Tetangga – Apakah dekat rumah kita ada tetangga yang membuka warung untuk sebagai ladang usaha menafkasi keluarganya ? tahukah anda keberadaan warung kecil milik tetangga itu dulu adalah urat nadi ekonomi rakyat, mau tidak mau kenyataan saat ini terdapat banyak berdiri minimarket di beberapa daerah di Tanah Air dan sudah masuk kepelosok desa-desa,

Keberadaan minimarket yang sudah menjamur sangat berdampak pada terancam nya pelaku usaha kecil ,kenyataan ini  yang mencengkeram ekonomi masyarakat lemah, membuka usaha warung  yang untungnya tidak seberapa

Gerakan belanja di warung tetangga ini harus kita mulai  dan di dukung menjadi gerakan sosial. Persoalan tata kelola warung tetangga yang selama ini ada memang harus menjadi perhatian khusus

Kenapa sih pada seneng banget belanja di minimarket termasuk (saya)

Sampe warung warung tetangga untuk menafkahi keluarganya jadi sepi. dan tidak sedikit ibu-ibu yang membuka usaha warung di rumahnya berstatus janda Akhirnya anaknya ditinggalin dia mencari rejeki jadi kuli mencuci.

Kenapa sih pada betah banget bolak balik Swalayan padahal sebelah rumah kita buka warung. Katanya lumayan juga harga indomie di  tetangga sebelah 2500 1 bungkus. Di Swalayan atau minimarket cuma 2000. Padahal ibu tetangga ambil untung Rp 500 buat ngasih makan anak dan bekal sekolahnya

Kenapa sih pada betah banget ngabisin duit di  mini market atau super market , padahal warung depan rumah juga lengkap yang kita butuhkan juga ada Mulai Hari ini Biasakan Gerakan Belanja Di Warung Tetangga niatkan untuk membantu mereka

Kalaupun beli kadang lagi ke pepet paling beli terasi, mecin, bahan bahan yang kelupaan kebeli saat belanja bulanan di Swalayan Besar dan rela di pinta sumbangan uang receh kembaliannya sambil tersenyum tanpa beban dan tahukan anda uang recehan itu terkumpul hingga milyaran dari pembeli seperti anda ( dan uangnya menguap entah dimana )

Kenapa sih kalau belanja di warung tetangga uang kembalian 100 200 perak di tungguin  kalaupun tidak ada uang recehan kembalian anda mengatakan di simpan saja buat nanti kalau belanja lagi dan anda masih ingat betul walaupun sudah berhari hari dengan uang recehan 100 200 300 perak beda kalau di pinta sama kasir swalayan besar rela dan ikhlas

Aduh kasihan warung tetangga kita ini Dia susah kita nggak tau dia berjuang kita tidak membantu, pergi di pagi buta ke pasar dengan harapan para tetangganya membeli barang dagangannya

Padahal kalau kita perlu bantuan sakit atau meninggal, tetangga kita yang pertama menolong , menjenguk dan pada ikut nguburin ke pemakaman

Mulai Hari ini Biasakan Gerakan Belanja Di Warung Tetangga Ayo hidupkan ekonomi rakyat, belanja ketetangga, teman, saudara, kenalan saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air

Tambahan : Budayakan jika beli membawa uang cash yah bu ibu /pa bapa kalau ke warung tetangga, jangan malah NGUTANG tapi di mini market dan mall malah cash dan kembalian di tinggalkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!