Selasa , September 24 2019
Keistimewaan sejarah singkat & berat emas monas

Keistimewaan Sejarah Singkat & Berat Emas Monas

Keistimewaan sejarah singkat & berat emas monas – Sejak diumumkan nya pemindahan ibu kota negara oleh presiden RI ke 7 Jokowi, monumen nasional atau yang lebih di kenal monas menjadi pusat perhatian sebagian besar rakyat indonesia, bahkan banyak bertebaran meme tentang monas diangkut untuk di pindahkan ke provinsi kalimantan timur yang akan menjadi ibu kota baru republik indonesia

Lalu apa saja yanga ada di monas ? dalam artikel ini admin akan mengulas sejarah singkat latar belakang monas yang menjadi salah satu keunikan ikon kota jakarta sejak dulu, dimana dalam pembangunan filosofi tugu monas sebagai simbol semangat perjuangan rakyat indonesia, Monas yang tugunya menjulang tinggi dengan paling atas ada pentolan warna tugu monas berwarna kuning lambang api bergelora mengkrucut ke atas yang teretak di puncak monas itulah Mahkota Lidah Api.

Keistimewaan sejarah singkat & berat emas monas

 

Dan salah Satu keistimewaan keunikan monas adalah warna kuning tugu monas itu tidak pudar atau luntur walau sudah puluh tahun kehujanan dan kepanasan serta polusi udara karena dilapisi emas. Untuk ukuran monas sendiri tingginya 132 meter atau setara 433 kaki, alat dan bahan pembuatan monas, menggunakan bahan yang banyak digunakan pada zaman nya saat itu. Baca Juga Sejarah Penyebab Peristiwa Bandung Lautan Api

Awal pembangunan dan sejarah berdirinya monas

Tugu Peringatan Nasional ini dibangun di areal seluas 80 hektare. Tiga fase berbeda terabadikan kamera sketsa gambar monas  sepanjang dekade 1960-an. Rancangan awal bagian bagian monas sebenarnya tak seperti saat ini. teknik pembuatan monas asalnya balok tegak dengan artikulasi 5 lempeng, karya Friedrich Silaban.

Namun Silaban tidak mau saat diminta revisi. Jadilah arsitek istana, RM Soedarsono, ditunjuk untuk mengubah suainya, mengawinkan desain Silaban dan keinginan Soekarno. dan mereka ini adalah tokoh tokoh pendiri monas

Jadilah pembangunan Monas dimulai 1961. Dalam potret Soekarno menengok proyek. Soal kritik pembangunan tugu monas saat negara kere dan kebutuhan rakyat tak terpenuhi, Soekarno pembangunan tugu ini dibutuhkan untuk membuat rakyat cinta perjuangan, sejarah, tradisi, dan kepribadiannya. yang urunan orang ramai. Kata Soekarno, “Ada sumbangan yang, ya sumbangan terang-terangan, ada sumbangan yang berupa tambah karcis bioskop, ditambah kopra tidak dari budget negara

Berapa berat emas monas ?

Mungkin ada pertanyaan emas monas asli atau palsu, emas monas berasal dari mana dan siapa saja penyumbang emas monas, dan kira kira berapa harga emas nya jika di rupiah kan ? Salah satu tokoh penyumbang emas monas yang dicatat dalam sejarah adalah Teuku Markam, Penyumbang 28 kg emas di puncak Monas, Lahir di Aceh utara oada tahun 1925.

Seperti dilansir dari detikok berat emas monas itu awalnya beratnya 32 kilogram, tapi sekarang jadi 50 kilogram, Penambahan itu ada ceritanya. Demi merayakan ulang tahun emas Repulik Indonesia pada tahun 1995, Menurut keterangan pengelola ibu Rini Hariyani pemerintah yang di pimpin presiden soeharto pada saat itu menambah jumlah bobot emas supaya genap menjadi 50 kilogram. Pada usia 50 tahun Indonesia merdeka, ditambah lagi 18 kilogram supaya jadi 50 kg.

Kesimpulan tentang monas

Jadi kesimpulan tentang monas adalah sebuah Tugu Peringatan yang sengaja dibuat untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah membela Negara Indonesia dengan harta jiwa dan raga nya. keistimewaan monas sebagai salah satu tempat atau ikon yang menjadi kebanggaan rakyat bukti bahwa putera puteri Indonesia mampu membangun bangsa nya sendiri

Kantor Pengelola Monumen Nasional
Provinsi DKI Jakarta
Jl. Kebon Sirih No.22 Blok H Lt.IX No.53
Jakarta Pusat
Telp: (021) 382 3041

Artikel dilansir dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!