Sabtu , Oktober 20 2018
Cara Mudah Ternak Budidaya Belut

Cara Mudah Ternak Budidaya Belut

Cara Mudah Ternak Budidaya Belut Di Kolam Terpal Atau Dalam Drum – Belut adalah jenis ikan kaya akan vitami  dan yang rasanya yang lezat ,rasa khasnya dan banyaknya gizi yang di kandungnya Belut  adalah salah satu sumber protein hewani yang sangat digemari oleh cukup banyak orang saat

Semasa saya masih kecil sekitar awal tahun 90’an  untuk mendapatkan belut caranya dengan NGUREK di sawah yang baru di tanami Padi  biasanya belut ini banyak dan mudah di dapat karena dulu cara pengolahan tanah sawah masih mengunakan kerbau ( Berbeda dengan saat ini mengolah sawah sudah menggunakan traktor menurut kakek saya telur bibit atau anak belut pada mati terlindas alat modern ini entah benar atau tidak tapi memang sulit sekarang mendapatkannya )

Selain dengan Cara NGUREK cara mendapatkan belut adalah Pergi ke sawah di malam hari dengan mengunakan Alat penerangan Patromak  berkeliling sekitar 2 sampai 3 jam dan kembali pulang bisa membawa 1 ember ukuran cukup besar dan ke esokan hari nya bisa di olah oleh ibu saya

Saat ini belut cukup sulit di dapatkan di sawah sehingga sangat sulit untuk dapat mengkonsumsi belut setiap hari saat ini untuk mengkonsumsi belut denan membelinya di pasar atau restoran yang menyediakan Menu belut

Karena sudah banyak peternak yang membudidayakan belut ini jadi belut dengan mudah dapat dijumpai di pasar. Budidaya belut ternyata cukup mudah dan tidak membutuhkan area lahan yang luas, dengan media dalam drum saja belut sudah dapat dibudidayakan dalam jumlah yang cukup besar.

Budidaya belut lebih mudah dari pada memelihara ikan. Saat ini hanya masalah bibit saja yang menjadi kendala utama dalam budidaya belut karena tidak mudah untuk mendapatkannya juga membatasi jumlah peternak belut saat ini. cara pembibitan belut ini dapat diambil langsung di alam atau bisa juga membeli di tempat Jual bibit belut. Namun cara pembibitan belut secara komersil saat ini tidak mudah ditemukan

Memilih lokasi ideal budidaya belut
Belut dapat di ternak  di semua daerah di indonesia, dataran tinggi maupun rendah, baik daerah dengan curah hujan tinggi maupun curah hujan rendah karena padi bisa tumbuh di semua daerah, setiap ada sawah yang bisa ditumbuhi oleh padi maka daerah itu kemungkinan besar dapat dijadikan sebagai lokasi budidaya belut.

Begitu juga dengan kondisi air, syarat budidaya belut hanyalah terdapat air bersih tidak ada pencemaran  dari limbah pabrik, pestisida dan detergen. Suhu 25-31°C adalah suhu terbaik untuk membudidayakan belut. Kondisi air yang bersih ini terutama untuk anak belut , ukuran bibit yang ideal antara 1 sampai 2 cm. ketika belut sudah mulai tumbuh dewasa maka kondisi air tidak lagi menjadi masalah karena umumnya belut dewasa dapat hidup di air yang keruh. di bawah ini adalah salah satu Cara Mudah Ternak Budidaya Belut

1. Perlengkapan Budidaya belut dalam Drum

  • Tong atau Drum, disarankan yang terbuat dari bahan plastik agar tidak berkarat.
  • Paralon
  • Kawat Kasa
  • Tandon sebagai penampung air
  • Ember, cangkul, baskom dan juga jerigen.

A. Drum atau Tong

Drum yang digunakan untuk budidaya belut  tidak boleh bocor dan juga tidak berkarat. Bila drum yang digunakan terbuat dari besi atau kaleng, maka sebaliknya drum tersebut sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu dari karat dan lakukan pengecetan ulang

Kemudian lakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut ini:

  • Letakkanlah tong pada posisi tanah yang rata . Hal ini dilakukan agar media menjadi lebih luas.
  • Buka bagian tengan drum dan sisakan 5 cm pada bagian sisi kiri dan kanan nya
  • Pasang alat sebagai penganjal agar drum tidak bergerak.
  • Buat saluran pembuangan dibawah tong. Letak saluran pembuangan ini dapat disesuaikan dengan
  • Penampungan limbah pembuangan.
  • Buat peneduh, sehingga intensitas panas matahari tidak terlalu tinggi dan mengenai langsung kepermukaan drum

B. Media Tanah

Media tanah yang digunakan adalah tanah yang tidak berpasir dan  tanah yang tidak terlalu liat dan memiliki kandungan hara yang cukup. disarankan untuk menggunakan media tanah yang diambil  langsung dari sawah. Pematangan media tanah dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan di bawah ini :

  • Masukkan tanah kedalam tong hingga ketinggian 30-40 cm
  • Masukkan air hingga tanah becek namun tidak menggenang.
  • Masukkan EM 4 sebanyak 4 botol kedalam tong.
  • Aduk tanah sebanyak 2 x sehari hingga tanah menjadi lembut dan gembur.
  • Perlu anda diketahui bahwa perlakuan diatas tidak berlaku untuk bahan baku tanah yang diambil dari sawah.

Media ini dibuat di luar drum yang merupakan campuran dari bahan utama dan bahan campuran. Penggunaan 100 kg bahan akan menghasilkan 90 kg media instan bokashi. Untuk setiap tong ukuran 200 liter membutuhkan 40 kilo bokashi. Dalam pembuatan bokashi dibutuhkan bahan-bahan utama seperti di bawah ini :

  • Jerami padi (40 persen)
  • Pupuk Kandang (30 persen)
  • Bekatul (20 persen)
  • Potongan batang pisang (10 persen)
  • Bahan dan campurannya terdiri atas EM4 Air Sumur
  • Larutkan 250 gram gula pasir untuk menghasilkan 1 liter larutan molases.

Cara pembuatan media instan bokashi sebagai berikut:

  • Cacah jerami dan potongan batang pisang dan kemudian dikeringkan terlebih dahulu Tanda bahan yang sudah kering adalah hancur ketika digenggam.
  • Campurkan bahan cacahan diatas dengan bahan pokok lainnya dan aduk sampai merata
  • Campurkanlah bahan ini sedikit demi sedikit tapi jangan terlalu basah.
  • Tutup media dengan karung goni atau terpal selama 4 sampai 7 hari Bolak balik campuran agar tidak membusuk.

D. Mencampur Media Tanah dan Media Bokashi

Untuk mencapur media tanah dan bokashi dapat dilakukan dengan tahapannya sebagai berikut:

  • Tuangkan media Bokashi kedalam tong dan aduk sampai merata.
  • Kemudia Masukkan air kedalam tong hingga ketinggian 5 cm dan diamkanlah hingga terdapat plankton atau cacing
  • Kurang lebih sekitar satu minggu selama proses ini berlangsung tong tidak perlu ditutup
  • Keluarkan air dari tong dan ganti dengan air baru dengan ketinggian seperti poin kedua 5 Cm
  • Masukkkan tumbuhan air yang tidak terlalu besar sebanyak 3/4 bagian serta ikan-ikan kecil.
  • Masukkan vetsin secukupnya sebagai perangsang nafsu makan belut dan diamkan selama dua hari.
  • Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah ketinggian seluruh media, kecuali media tumbuhan air tidak lebih dari 50 cm.

E. Masukkan bibit belut

Setelah seluruh media budidaya diatas sudah siap tahapan selanjutnya adalah menebarkan bibit belut. Bibit yang ditebar sebaiknya sebanyak 2 kg atau dengan jumlah bibit sekitar 160-200 ekor.

3. Perawatan

Perawatan belut yang dibudidayakan didalam tong relatif lebih mudah karena pemantauan budidaya juga relatif kecil. Tetapi perawatan harus tetapi diperhatikan antara lain:

  1.  Pemberian Pakan
    Sebenarnya tidak ada aturan baku tentang volume pemberian pakan. Tetapi sebaiknya pakan diberikan 5 % dari jumlah bibit yang ditebarkan. Pakan yang diberikan sebaiknya terdiri dari cacing, kecebong, ikan-ikan kecil, dan cacahan keong mas atau bekicot. Pemberian pakan diberikan pada hari ke-3 setelah bibit ditebar didalam drum.dilakukan pada sore hari seperti kebiasaan belut makan dialam bebas,
  2. Pengaturan Air
    Pengaturan air sangat diperlukan untuk membuang sisa makanan agar tidak menumpuk dan menimbulkan penyakit pada belut. dengan cara mengalirkan air bersih kedalam tonng dilakukan dengan menggunakan pipa paralon sebagai media aliran. Sementara untuk saluran pembuangan dapat dilakukan dengan membuat lobang pada tong di ketinggian 8 cm dari genangan air pada media. Selain itu untuk mengatur pembuangan sisa kotoran percikan air juga sbermanfaat untuk menambah oksigen.
  3. Perawatan Tanaman Air
    Tanaman air ini berguna sebagai penjaga kelembaban tempat budidaya dan juga menjaga belut dari kepanasan.
  4. Pemberian EM4
    EM4 berfungsi untuk menetralisir sisa-sisa pakan. Selain itu juga berfungsi untuk mengurangi bau. EM4 diberikan 2-3 kali sehari dengan dosis 1/2 sendok makan yang terlebih dilarutkan dalam 1 liter air.
  5. Perawatan Disekitar Lokasi
    Perawatan di sekitar lokasi ini dilakukan untuk menjaga tong dari tanaman liar, lumut, dan hama maupun predator pemangsa seperti ayam.

Pemanenan
Pemanenan belut sudah dapat dilakukan setelah 3–4 bulan masa budidaya dilakukan atau sesuai dengan keinginan anda dan permintaan pasar. Pemanenan untuk media drum / tong tentunya lebih mudah dan belut hasil budidaya siap dipasarkan

Dan itulah Cara Mudah Ternak Budidaya Belut yang bisa dicoba ada beberapa teknik lainnya seperti kolam terpal, dalam kolam dan tanpa lumpur bisa menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan

Selamat mencoba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!