Sabtu , Oktober 20 2018
Budidaya Cara Menanam Bawang Merah Pengalaman Para Petani

Budidaya Cara Menanam Bawang Merah Pengalaman Para Petani

Budidaya Cara Menanam Bawang Merah Pengalaman Para Petani – Selain di gunakan untuk memasak untuk mengolah makanan. Bawang merah (Allium ascalonicum) tanaman hortikultura ini ternyata memiliki banyak kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia sebagai salah satu sarana untuk mengobati beberapa penyakit di antaranya seperti :

  • Pencegahan penyakit kanker
  • Kanker Prostat
  • Esofagus dan kanker perut
  • Bermanfaat mengatur tidur dan Suasana hati
  • Baik Untuk kesehatan Jantung
  • Mengatasi perut kembung pada anak-anak
  • Dan bisa meredakan batuk

Sebelum membahas budidaya cara menanam bawang merah saya akan memberikan informasi kandungan gizi yang sudah di teliti oleh para ahli dimana pada  1 cangkir bawang merah yang sudah di cincang mengandung sekitar :

  • 64 kalori
  • 15 gram karbohidrat
  • 0 gram lemak
  • 0 gram kolesterol
  • 3 gram serat
  • 7 gram gula
  • 2 gram protein dan 10%
  • Lebih dari kebutuhan harian vitamin C, vitamin B-6 dan mangan
  • Memiliki kandungan kalsium, zat besi, asam folat, magnesium, fosfor dan kalium antioksidan quercetin dan sulfur.

Begitu kaya manfaat yang terdapat dalam bawang merah saya pun tertarik untuk menuliskan budidaya cara menanam bawang merah. karena untuk membudidayakan tanaman yang satu ini cukup mudah.

  • Bisa ditanam di polybag
  • Bisa ditanam di pot
  • Bisa ditanam Di pekarangan rumah
  • Bisa ditanam secara hidroponik

Berikut ini adalah Budidaya cara menanam bawang merah pengalaman para petani di berebes jawa tengah dimana daerah ini merupakan salah satu sentra budidaya bawang merah yang terbesar di nusantara.

Langkah-langkah teknis yang perlu disiapkan untuk membudidayakan bawang merah yang perlu anda ketahui. dimana dalam budidaya bawang merah memerlukan sinar matahari lebih dari 12 jam dalam sehari. Baca juga Khasiat dari bawang putih

Tanaman ini cocok dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian 0 hingga 900 meter Diatas permukaan laut ( DPL ). Suhu optimal untuk perkembangan tanaman bawang merah berkisar 25 sampai 32 derajat celcius. Sedangkan keasaman tanah yang baik sekitar pH 5,6-7.

Memilih Benih Bawang merah

Benih untuk budidaya bawang merah cukup banyak pilihan. Ada benih lokal sampai benih hibrida yang di datangkan dari luar negeri. jenis benihnya ada yang dari biji dan berupa umbi. Kebanyakan budidaya bawang merah di sentra-sentra produksi lebih memilih jenis umbi sebagai benih.

Benih bawang merah yang baik berasal dari umbi yang dipanen bila umurnya sudah tua, lebih dari 80 hari untuk dataran rendah dan 100 hari dataran tinggi. Benih bawang merah yang baik setidaknya telah disimpan 2 sampai 3 bulan lamanya. Baca juga Cara mudah budidaya jahe merah

Benih bawang merag berukuran sekitar 1,5-2 cm dengan bentuk yang bagus, mulu atau tidak cacat, warnanya merah tua mengkilap. Kebutuhan benih untuk budidaya bawang werah tergantung dengan varietas, ukuran benih dan jarak tanam nya.

Untuk jarak tanam 20×20 dengan bobot umbi 5 gram dibutuhkan sekitar 1,4 ton benih dalam 1 hektar. Untuk bobot yang sama dengan jarak tanamnya 15×15 dibutuhkan 2,4 ton/hektar. Bila bobot umbi lebih kecil, kebutuhan umbi per hektarnya bisa lebih sedikit.

Pengolahan tanah dan penanaman bawang Merah

Tanah untuk menanam bawang merah dibuat bedengan dengan lebar 1-1,2 meter, tinggi 20-30 cm dan panjang sesuaikan dengan kondisi kebun. Jarak antar bedengan 50 cm, sekaligus dijadikan parit dalamnya 50 cm. Cangkul bedengan sedalam 20 cm, gemburkan tanahnya.

Bentuk permukaan atau bagian atas bedengan rata kemudian tambahkan kapur atau dolomit sebanyak 1-1,5 ton/hektar apabila keasaman tanah kurang dari pH 5,6. Penambahan kapur setidaknya diberikan dua minggu sebelum menanam.

Gunakan 15 sampai 20 pupuk kompos atau pupuk kandang sebagai pupuk dasarnya. Tebarkan pupuk di atas bedengan dan aduk dengan tanah sampai merata.

Bisa juga ditambahkan urea, ZA, SP-36 dan KCL sebanyak 47 kg, 100 kg, 311 kg dan 56 kg setiap hektarnya. Campurkan pupuk buatan tersebut sebelum diaplikasikan. Biarkan selama 1 minggu sebelum bedengan ditanami.

Cara Merawat budidaya bawang merah

Penyiraman pada budidaya bawang merah baiknya dilakukan  dua kali dalam sehari dilakukan setiap pagi dan sore. Setidaknya sampai tanaman umurnya kira-kira 10 hari. Setelah itu, frekuensi penyiraman bisa dikurangi cukup sekali dalam sehari.

Pemberian pupuk susulan diberikan setelah tanaman bawang merah umurnya dua minggu. Jenis pupuk terdiri dari campuran urea, ZA, dan KCl yang  sudah diaduk rata dengan . Komposisi masing-masing pupuk sebanyak :

  • Urea 93 kg
  • ZA 200 kg
  • DanKCL  112 kg untuk per hektarnya.

Pemupukan susulan selanjutnya diberikan setelah 5 minggu dengan komposisi urea, ZA, KCl sebanyak 47 kg, 100 kg, 56 kg per hektar. Pemupukan diberikan dengan membuat garitan disamping tanaman.

Penyiangan gulma biasanya dilakukan sebanyak 2 kali dalam 1 musim tanam bawang merah. Untuk menghemat biaya, lakukan penyiangan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan. Namun apabila serangan gulma semakin banyak, segera lakukan penyiangan tanpa harus menunggu pemberian pupuk susulan.

Pengendalian hama dan penyakit yang menyerang bawang merak

Budidaya bawang merah mempunyai banyak jenis hama dan penyakit. Namun yang paling sering menyerang di sentra-sentra produksi diserang hama ulat dan penyakit layu.

Hama ulat  menyerang daun, gejalanya terlihat bercak putih pada daun bawang . Bila daun diamati akan terlihat seperti gigitan ulat. Hama ini ditanggulangi dengan pemungutan manual, ulat dan telur yang menempel pada daun diambil dan hilangkan.

Bisa juga dengan menggunakan feromon sex perangkap, gunakan sebanyak 40 buah per hektar. Bila serangan semakin banyak, kerusakan lebih dari 5%/rumpun daun, semprot dengan insektisida yang berbahan aktif klorfirifos. Penyakit layu fusarium, penyebabkan adalah cendawan.

Gejalanya daun menguning dan seperti terpilin. Bagian pangkal batang jadibusuk. Penanganannya dengan mencabut tanaman yang mati lalu musnahkan dengan cara membakarnya. Penyemprotan bisa menggunakan fungsidia.

Waktu Panen budidaya bawang merah

Ciri-ciri budidaya bawang merah siap untuk di panen apabila 60-70% daun sudah mulai rebah. Bisa juga melakukan pemeriksaan umbi secara acak. Khusus untuk pembenihan jensi umbi, tingkat kerebahan harus mencapai lebih dari 90%.

Budidaya bawang merah biasanya sudah bisa dipanen setelah 55-70 hari sejak masa tanam. Produktivitas bawang merah dangat bervariasi tergantung dari kondisi lahan, iklim, cuaca dan varietas.

Di negara kita, produktivitas budidaya bawang merah berkisar 3 sampai 12 ton per hektar dengan rata-rata nasional 9,47 ton per hektar.

Umbi bawang merah yang telah dipanen harus dikeringkan terlebih dahulu. Penjemuran penjemuran bisa berlangsung hingga 1 minggu sampai 2 minggu. Pembalikan dilakuan setiap 2 sampai 3 hari. Bawang yang telah kering, kadar air 85%, siap untuk disimpan atau dipasarkan.

Itulan informasi Budidaya Cara Menanam Bawang Merah Pengalaman Para Petani asal berebes jawa tengah semoga bermanfaat dan anda tertarik untuk mencoba membudidayakannya di daerah anda.

Sumber informasi : http://alamtani.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!