Minggu , November 18 2018
Belajar Mencintai Profesi Barberman Dari Abah Ada Syuhada

Belajar Mencintai Profesi Barberman Dari Abah Ada Syuhada

Belajar Mencintai Profesi Barberman Dari Abah Ada Syuhada – Kisah yang sangat menarik yang pernah saya baca di salah satu situs berita online terbesar di indonesia tentang salah satu dari sekian banyak orang yang mempunyai profesi yang sama sebagai tukang pangkas rambut asal garut jawa barat.

Kenapa menarik ? jawabannya adalah karena mempunyai loyalitas tanpa batas dan mencintai pekerjaannya sebagai seorang pangkas rambut. Abah Ada Syuhada terlahir dari keluarga yang mempunyai ke ahlian memotong rambut dari ayahnya Aki Uca seperti yang diberitakan ayah nya ini adalah generasi pertama tukang cukur rambut di kampung peudeuy Banyuresmi kabupaten garut.

Kenapa saya membuat judul Belajar Mencintai Profesi Barberman dari Abah Ada Syuhada TIDAK Belajar Mencintai Profesi pangkas rambut Dari Abah Ada Syuhada ? alasannya biar lebih kekinian hehehe seperti yang saya tulis sebelumnya Abah Ada ini sudah 50 tahun lebih memulai pekerjaanya berawal pada tahun 1965 sampai dengan hari ini.

Bayangkan bukan waktu yang sebentar bukan ? Terkadang sebagian dari kita baru beberapa tahun saja menjalani suatu pekerjaan sudah putus asa merasa bosan dan bahkan terkadang memilih pekerjaan lain yang baru. Kunci dari pekerjaan Abah Ada Syuhada bisa bertahan sampai dengan saat ini adalah ikhlas dan menikmati profesinya sebagai jasa pangkas rambut.

Apapun kalau di jalani secara ikhlas tidak ada beban mau usahanya sepi , di marahin konsumen karena kurang sesuai hasil potongan rambutnya Beliau tetap berusaha ramah tidak putus asa dan terus menjalaninya dengan sepenuh hati.

Walaupun sudah berusia 69 Tahun beliau tetap setia dengan pekerjaannya bahkan demi cinta abah Ada syuhada kepada profesinya sebagai barberman sekarang membuka sekolah pangkas rambut di kampung halamannya demi regenerasi.

Buah dari kesabaran selama 50 tahun lebih menjalani profesinya ini Abah Ada Syuhada sampai dimuat Biografi nya di situs http://regional.kompas.com/ terbitan /2017/01/17/ dimana dalam situs tersebut di jelaskan bagaimana Abah Ada merawat tradisi menjadi salah satu sesepuh tukang cukur di Banyuresmi.

Beliau telah menularkan ilmunya kepada anak, kerabat, dan kaum muda lain dan kemudian ilmu itu lantas dimanfaatkan para penerusnya untuk meningkatkan taraf hidup. Menikmati di masa tuanya ini, Abah Ada tetap bersemangat mengajari siapa saja yang berminat menjadi tukang cukur.

Dan tidak hanya di garut, generasi barberman baru hasil didikannya itu kemudian mengembangkan dan membuka usaha dalam bidang pangkas rambut yang tersebar di daerah-daerah lain.

Dari Pengalaman membaca kisah Abah Ada syuhada ini Saya bisa belajar bagaimana beliau mencintai pekerjaan nya dalam waktu yang tidak sebentar tetap bisa bertahan dan menjalani dengan penuh ke ikhlasan apapun hasilnya selama mengabdikan ke ahliannya tetap sabar.

Saya berpendapat dan mungkin orang lain juga sama “Bahwa Profesi yang di cintai Abah Ada Syuhada Adalah Pekerjaan yang sangat MuliaBayangkanlah Kalau Tidak Ada Tukang Cukur Seperti Ada Ada Syuhada Di dunia ini.

Bagikan Artikel ini  Semoga Bermanfaat…!!!!

error: Content is protected !!