Senin , November 19 2018
Bacaan Niat Serta Panduan Tata Cara Shalat Gerhana Bulan & Matahari

Bacaan Niat Serta Panduan Tata Cara Shalat Gerhana Bulan & Matahari

Bacaan niat serta panduan tata cara shalat gerhana bulan & matahari – Tepat hari ini Rabu malam kamis 31 januari 2018 akan terjadi gerhana bulan total ( super blue blood moon ) di sebagian wilayah Indonesia. diperkirakan akan terjadi pukul  18: 48 sampai 22:11 WIB dan saya tertarik untuk menulis tata cara sholat gerhana.

Bagi teman teman jangan lupa, penomena alam gerhana yang sudah dijelaskan allah swt dalam alquran surat ar-rahman ayat 55 ini menjadi momen untuk melaksanakan shalat gerhana dan mengingat ke maha besaran allah Swt. Gerhana ada 2 yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan. Gerhana matahari terjadi di pagi hari sedangkan gerhana bulan terjadi dimalam hari.

Kekuasaan allah Swt dengan penomena alam ini semestinya membuat sadar betapa allah maha besar. Dan sikap yang tepat ketika fenomena gerhana bulan ini terjadi adalah rasa takut, khawatir akan terjadi hari kiamat. BUKAN kebiasaan orang seperti kebanyakan orang sekarang ini yang hanya ingin menyaksikan peristiwa gerhana dengan membuat foto kenangan fenomena alam yang jarang terjadi ini.

Sebagian umat mulism tanpa mau mengindahkan tuntunan dan ajakan Nabi Muhammad Saw untuk mengingat kekuasaan allah. Tidak ada yang tahu jika peristiwa ini adalah tanda datangnya bencana atau adzab, atau tanda semakin dekatnya akhir zaman ( Kiamat )

Waktu Shalat Gerhana

Jika seseorang menyaksikan gerhana, hendaklah ia melaksanakan shalat gerhana, Sebagaimana di jelas oleh baginda rasulullah Saw

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ

Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan) , maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat

NOTE : Jika di suatu tempat atau daerah tidak nampak gerhana, maka TIDAK ada keharusan melaksanakan shalat gerhana. Karena shalat gerhana ini diharuskan untuk siapa saja yang melihatnya sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

Waktu pelaksanaan shalat gerhana adalah mulai ketika gerhana muncul sampai dengan penomena alam gerhana tersebut hilang

Dari Al Mughiroh bin Syu’bah, Nabi Muhammad Saw bersabda

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِىَ

Matahari dan bulan adalah 2 tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah . Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdoalah kepada Allah, lalu shalatlah hingga gerhana tersebut hilang ( berakhir ).

Shalat gerhana juga boleh dilakukan pada waktu terlarang untuk shalat. Sebagai Contoh jika gerhana muncul setelah waktu ashar, padahal waktu tersebut adalah waktu terlarang untuk shalat, maka shalat gerhana tetap boleh dilaksanakan

Tata cara shalat gerhana

Sudah banyak situs yang memberikan panduan tata cara shalat gerhana bulan ini, Namun saya akan menuliskan sebagai catatan pribadi dan semoga bermanfaat bagi teman-teman yang membaca dan mengamalkannya. Dan berikut adalah panduan dan tata cara melaksanakan Shalat gerhana:

Tata cara shalat gerhana -sama seperti shalat biasa dan bacaannya pun sama-, urutannya sebagai berikut.

1. Niat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita Muhammad Saw juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.

Bacaan niat sholat gerhana bulan

أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Lafazd Latin : Ushallii Sunnatal Khusuufil-Qomari Rak’ataini Lillahi Ta’alaa

Bacaan niat shalat gerhana matahari

أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِكُسُوْفِ الشَّمسِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Lafazd Latin : Ushallii Sunnatal Kusuufis-Syamsi Rak’ataini Lillahi Ta’alaa

2. Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat wajib biasa.

3. Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, lalu membaca surat Al fatihah dan membaca surat yang panjang ( misal nya surat Al Baqarah) sambil dijaherkan dikeraskan suaranya, bukan lirih, sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah RA :

جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (Hadist Riwayat . Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

4. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya ( lama )

5. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ( sami’allahu liman hamidah rabbana wa lakal hamd )

6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, TETAPI dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.

7. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) waktunya lebih pendek dari ruku’ yang pertama

8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).

9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

10. Setelah itu bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari rakaat pertama.

11. Kemudian Tasyahud.

12. Salam

13. Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir mengingat allah, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak. 21

Sumber Panduan Tata Cara Shalat Gerhana Bulan dari : rumaysho.com & Sumber Foto : Muatiarapublic.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!