Jumat , Desember 14 2018
Ayo Kita Buat Gerakan TIDAK Menawar ke Pedagang Kecil

Ayo Kita Buat Gerakan TIDAK Menawar Ke Pedagang Kecil

Ayo Kita Buat Gerakan TIDAK Menawar ke Pedagang Kecil – Dalam jual beli tawar menawar adalah hal yang sangat umum dalam agama islam juga tidak di permasalahkan  boleh menawar dengan bijaksana. Jangan sampai membuat penjual pedagang rugi atau mengacam dengan nada yang tinggi.

Allah Swt telah berfirman :

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil , kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku degan suka sama suka diantara kamu. (Q.S An-Nisa: 29)

Nabi Muhammad Saw adalah seorang pedagang sukses dimasa nya terdapat banyak cerita tentang beliau dalam berbisnis. Banyak orang senang membeli dan menitipkan barang dagangannya karena beliau ini jujur dan terpercaya saat membeli maupun menjual barang yang di tawarkan kepada orang lain.

Dibawah ini ada sedikit cerita yang sering terjadi di lingkungan sekitar kita mudah-mudahan anda semua tidak termasuk seperti cerita di bawah ini. Baca juga : Mulai hari ini biasakan Gerakan belanja di warung tetangga

Entah bagaimana logikanya Seorang ibu-ibu kondisi ekonominya mapan berbelanja, langkah kakinya terhenti di depan seorang penjual sayur mayur yang sederhana.

Ibu Pembeli : Berapa harga satu ikat kangkung?

Bapak Penjual : Rp 1.000 saja Bu…!

Ibu Pembeli :  3 ikat Rp 2.000  Ya pak ?

Bapak Penjual : Wah, nggak dapat Bu kalau harganya segitu

Ibu Pembeli  : Ya udah, kalau gitu saya nggak jadi beli kangkung bapak

Bapak Penjual : Ya sudahlah bu silahkan ambil saja…!! Dengan wajah yang nampak memelas,

Ibu Pembeli  mendapatkan harga tersebut dengan perasaan menang. Ia sangat bahagia. Cerita selanjutnya dilain waktu, ibu kaya ini makan di sebuah restoran mewah bersama dengan keluarganya. Setelah selesai makan ia minta kwitansi pembayaran. Di sana tertulis Rp 415.000

Ibu itu mengeluarkan lembaran pecahab 100 ribu sebanyak 5 lembar, kemudian memberikannya kepada pelayan restoran yang membawa kwitansi, lalu ibu ini berpesan:

Kembaliannya ambil saja anggap sebagai uang tips

Hal seperti ini sering terjadi di lingkungan masyarakat. Banyak manusia yang merasa hebat ketika bisa menekan orang lemah, tapi melunak dan segan kepada orang yang memang sudah berpenghasilan besar.

Mulai saat ini Ayo kita buat gerakan TIDAK menawar kepada para pedagang/penjual sayuran atau makanan yang dijual oleh orang-orang yang LEMAH bila harganya masih terbilang WAJAR niatkanlah membantu melalui kepedulian dan jalan ibadah untuk kita.

Nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Carilah keridhaanku dengan berbuat baik kepada orang-orang lemah diantara kalian, karena kalian diberi rezeki dan ditolong juga disebabkan orang-orang lemah kalian ( HR. Abu dawud dan An-Nasai dalam Ash-Shahihah )

Bagikan informasi ini supaya kerabat saudara teman kita lebih bijaksana dalam membeli kepada para pedagang sayur keliling dan para penjual kecil lainnya.

One comment

  1. YANG PALING BERBAHAYA ADL SAAT MAKAN PADA SUATU PEDAGANG KAKI LIMA DI PINGGIR JALAN DI SALAH SATU IKON WISATA INDONESIA, ATAU DI SALAH SATU TERMINAL KOTA BESAR DI INDONESIA….
    KETIKA DIKETAHUI LAGAK KAMI ADL PENDATANG/TURIS YG TDK FAHAM DAERAH TERSEBUT, DENGAN KURANG AJARNYA KAMI DIHAJAR HARGA TINGGI…. MAKAN BERTIGA NASI CAMPUR + MINUM DI WARTEG DIGANJAR 180.000, KALAU NAWAR DAN COBA MEMPERTANYAKAN HARGA MAKA ADA OKNUM PREMAN YG SIAP MENGINTIMIDASI..!!!!
    BENER2 GILA KHAN….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!