Minggu , November 18 2018
Adab hukum & Pahala meminjamkan uang kepada orang lain Dalam islam

Adab Hukum & Pahala Meminjamkan Uang Kepada Orang lain Dalam islam

Adab hukum & Pahala meminjamkan uang kepada orang lain Dalam islam – Memberi bantuan memberi pinjaman berupa kepada orang dengan sukarela niat nya baik dan cara nya benar sudah pasti ada balasan sesuai perbuatan nya baik akan di balas dengan kebaikan

Pahala meminjamkan uang kepada orang lain dalam islam lengkap dan jelas contoh seperti keterangan dibawah ini adalah beberapa hadist yang disampaikan rasullah kepada para sahabat

  • Abdullah bin Mas’ud ra memberitahukan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Seorang muslim yang memberi pinjaman kepada saudaranya (sesama Muslim) satu kali, bagaikan menyedekahkannya dua kali.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)
  • Abu Umamah ra mengatakan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Ada orang yang masuk surga melihat tulisan pada pintunya: ‘Pahala sedekah adalah 10 kali lipat, sedangkan (pahala) memberi pinjaman adalah 18 kali lipat. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa orang tersebut adalah Rasulullah SAW sendiri. (HR Thabrani dan Baihaqi)

Namun tidak sedikit dari teman atau keluarga/kerabat jika di beri pinjaman uang suka lupa diri dan sering marah-marah ketika di tagih sang pemberi pinjaman. Kalau dalam istilah orang sunda disebut ( edan eling  lagu nginjem eling dan lagu di tagih edan ) jika diartikan dalam bahasa indonesia “Pada saat minjem sadar/baik/lemah lembut/memelah tapi ketika di ingatkan/pas ditagih ngamuk-ngamuk”

Dalam islam sudah di kupas tuntas untuk bab hutang piutang ini dari mulai adab hukum & Pahala meminjamkan uang kepada orang lain. Berikut ini adalah 11 aturan utang piutang yang wajib diketahui semua kaum muslimin yang bersumber dari Al-Quran & Hadist. Baca Juga Trik jitu nagih hutang ke teman dengan Cerdas

1. Jangan pernah tidak mencatat utang piutang

Allah Swt Berfirman  : Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan hendaklah kalian menuliskannya.”(QS Al-Baqarah: 282 )

2. Jangan pernah berniat tidak melunasi utang

Rasulullah Saw Bersabda : Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang pencuri (HR Ibnu Majah ~ hasan shahih)

3Punya rasa takut jika tidak bayar utang, karena alasan dosa yang tidak diampuni dan tidak masuk surga

Seperti sbda baginda Rasulullah Saw Bersabda : Semua dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali utang (HR Muslim)

4. Jangan merasa tenang kalau masih punya utang

Rasulullah Saw Bersabda : Barangsiapa mati dan masih berutang satu dinar atau dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham. (HR Ibnu Majah – shahih)

5. Jangan pernah menunda membayar utang

Rasulullah Saw Bersabda : Menunda-nunda (bayar utang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kezaliman. (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar utang

Rasulullah Saw Bersabda :Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran utang (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

7. Jangan pernah mempersulit & banyak alasan dalam pembayaran utang

Rasulullah Saw Bersabda :Allah ‘Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi utang. (HR An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

8. Jangan pernah meremehkan utang meskipun sedikit

Rasulullah Saw Bersabda :Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya sampai utangnya dibayarkan (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang memberi utang

Rasulullah Saw Bersabda : Sesungguhnya, ketika seseorang berutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkar. (HR Bukhari dan Muslim)

10. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya

Allah Swt Berfirman : Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban (QS Al-Israa’: 34)

11. Jangan pernah lupa doakan orang yang telah memberi utang

Rasulullah Saw Bersabda : Barang siapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu. Jika engkau tidak menemukan apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya sampai engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya.(HR An-Nasa’i dan Abu Dawud)

Kenapa saya tertarik untuk membahas soal hutang piutang? karena kedua orang tua saya pada awal tahun 2000’an pernah terjerat hutang yang hampir 11 tahun tidak bisa melunasi kewajiban nya untuk membayar

KISAH NYATA KEAJAIBAN BAYAR HUTANG

Bukan mengambil cerita dari orang lain, karena ini terjadi kepada keluarga saya pribadi yang terjadi tahun 2000’an dimana orang tua saya membeli barang di sebuah toko mebel dengan cara berhutang kurang lebih jumlah nya Rp 800.000’an yang hampir 11 tahun tidak bisa membayar

Si pemilik toko bukan tidak menagih tetapi  karena memang keluarga saya tidak ada uang untuk membayar, karena untuk kebutuhan sehari-hari saja terkadang tidak cukup, saya menyaksikan sendiri hampir setiap bulan orang suruhan si pemilik toko datang ke rumah dan selalu pulang dengan tangan hampa

Sebagai anak laki-laki tertua saya merasa punya tanggung jawab besar dan berpikir bagaimana caranya membantu orang tua untuk melunasi semua hutang piutang kepada pemilik toko. Tekad dalam sudah bulat untuk mencari kerja apapapun yang penting halal untuk mengumpulkan

Allah yang maha kaya mendengar niat baik saya dan tidak lama kemudian memberikan jalan nya lewat siapapun yang allah kehendaki tanpa bisa diduga sebelum nya ada yang menawarkan pekerjaan walaupun dengan gaji tidak seberapa tapi tetap saya syukuri

Singkat cerita uang sudah terkumpul dalam beberapa bulan dan saya langsung berbicara kepada kedua orang tua berapa sisa hutang yang mereka bayar kepada pemilik toko kemudian saya bertanya lagi adakah hutang piutang yang lain kepada kerabat atau siapa ?

Mereka dengan rinci menjelaskan meminjam kepada siapa saja dan berapa nominal uang yang harus saya bayar. dengan izin allah semua selsai dan beban hidup terasa plong lega dan tentram

Lalu keajaiban apa yang terjadi ? hati tenang pikiran jernih ide-ide bisnis bermunculan, ke khusuan dalam ibadah semakin nikmat dan ingin selalu dekat dengan sang pemilik kehidupan, hidup berkecukupan/berkelimpahan urusan di permudah dipertemukan dengan orang2 yang tepat dalam berbisnis. Allah memang maha segalanya dengan segala kemurahan dan kebijaksanaan nya tidak pernah dzolim kepada hamba nya

Semoga artikel tentang adab hukum & Pahala meminjamkan uang kepada orang lain dalam islam ini bermanfaat dan terus belajar setiap hari yang utangnya belum lunas, teruslah berjuang menyelesaikan anda akan merasakan hidup tenang tanpa utang.

Gambar diatas hanya sebagai ilustrasi meme susahnya nagih hutang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!