Minggu , Juli 22 2018
Wajib Di Contoh Sikap Teladan Jendral Polisi Umar Septono

Wajib Di Contoh Sikap Teladan Jendral Polisi Umar Septono

Wajib Di Contoh Sikap Teladan Jendral Polisi Umar Septono  – Orang pintar belum tentu saleh tetapi orang saleh sudah pasti pintar dan cerdas, Setiap langkah sikap dan kata-kata yang di perlihatkan orang saleh akan selalu di tuntun oleh allah Swt

Jabatan tinggi tidak membuatnya lupa dan membusungkan dada inilah sikap yang wajib di contoh oleh kita semua yang artis bukan, jabatan tak punya tapi sering angkuh dan menyombongkan diri kepada allah dan terhadap sesama, jabatan yang di sandang sebagai jendral polisi untuk menolong agama allah dan terus menebar kebaikan tanpa pandang bulu dialah Umar Septono

 

Selain perbuatan baik terhadap orang-orang disekitarnya Jendral polisi umar septono ini memberikan inspirasi dengan kata-katanya seperti yang di lansir oleh situs kumparan.com

1. Bapak tahu, Nabi Ayub menderita sakit sampai 18 tahun tetapi beliau tidak pernah mengeluh, sampai anaknya meninggal dunia dan ditinggal istrinya. Tetapi beliau terus bersyukur dan mengambil hikmah di balik cobaan ini.
( Umar Septono saat menjenguk warga yang sakit )

2. Tolong ambil sampah, jadi saya sudah mengerjakan lebih dulu, tolong besuk kawanmu yang sakit, saya hampir tiap hari ke rumah sakit. Orang meninggal, layat! Jauh mata pun saya kejar kalau ada anggota atau keluarga anggota meninggal, rapat pun bisa saya tinggalkan.
( Umar tentang perlunya pemimpin memberi contoh teladan )

3. Masyarakat tidak butuh jenderal, karena tanpa jenderal masyarakat bisa terlayani. Bintara teladan seperti inilah yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat.
( Umar pada brigadir yang menyisihkan gaji untuk membangun ponpes )

4. Lima waktu saya di awal waktu, berjemaah, di masjid, di saf depan sebelah kanan. Itu harga mati!
( Umar soal salat wajib 5 waktu )

5. Cita-cita saya hanya satu, yaitu mati dalam keadaan sujud.
( Umar Septono)

6. Rumusannya, semakin kita merendahkan hati kita, maka semakin tinggi derajat kita, semakin bahagia kita.
( Umar di depan apel )

7. Semakin sombong dan semakin mendudukkan kita selaku aparat dan penguasa, semakin tinggi hati kita, maka semakin rendah derajat kita di masyarakat.
( Umar di depan peserta apel )

8. Ujian kita masih belum ada apa-apanya dibandingkan mereka.
( Umar saat memberi bantuan kepada penyandang disabilitas )

9. Makna keteladanan adalah seorang pimpinan harus menunjukkan kewibawaan dengan turun langsung ke masyarakat.
( Umar saat silaturahmi dengan masyarakat )

10. Saya digaji rakyat, maka tugas saya melayani rakyat, tidak menyakiti rakyat.
( Janji Umar yang ditirukan oleh bintara baru Polda NTB )

11. Kendaraan dinas yang saya pakai, kalau ada masyarakat yang kebetulan membutuhkannya di jalan, saya akan turun dan ngojek, karena itu milik rakyat.
( Umar Septono )

12. Kuatkan persaudaraan. Implementasikan ikatan ini dengan gotong royong. Jaga silaturahim. Dengan cara ini kita bisa menghindari perpecahan.
( Umar saat membantu mengecor sebuah masjid )

13. Segala yang terjadi di dunia ini adalah ujian. Jadikanlah pengalaman di sini sebagai pelajaran hidup, sehingga kita tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa yang akan datang ( Umar saat buka puasa bersama tahanan )

Dengan Sikap teladan tulus dan ikhlas karena allah, beliau dimanapun bertugas selalu dikenang oleh masyarakat nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!