Minggu , Juli 22 2018
Patut Di Contoh Cara Nabi Muhammad Marah Kepada Istrinya - Baginda Nabi muhammad Saw juga manusia yang bisa marah kapan saja dan kepada siapapun tetapi Rasulullah tidak marah dengan cara yang tidak terkendali, dikisahkan pada suatu hari Nabi Rasulullah SAW pernah ada perasaan marah kepada Aisyah istrinya kemudian beliau berkata dan memerintahkan : Akfiinii ainak (tutuplah matamu ). Maka istrinya pun menutup matanya. Jika posisi anda seorang istri diminta oleh suami untuk menutup mata sedangkan suami sedang dalam keadaan marah, besar kemungkinan anda memikirkan akan ada perlakuan yang negatif dianiyaya dan lain sebagainya Tetapi apa yang dilakukan oleh Rasulullah? Setelah mata Aisyiah ditutup Rasulullah kemudian mengatakan Taqarrabii " mendekatlah kepadaku " setelah Aisyah mendekat, kemudian Rasulullah SAW memeluk Aisyah sambil berkata- khumairahku ( marahku telah pergi setelah aku memelukmu.) Begitu mudah Rasulullah memaafkan isterinya, begitu mulia beliau memperlakukan isterinya Perilaku inilah yang orang sekarang menyebutnya cara romantis. Perilaku tersebut menunjukkan akhlaqul karimah (perilaku yang sangat mulia) cara marah Rasulullah kepada istrinya yang patut kita contoh Hal sebaliknya kebanyakan para suami akan lembut kepada isterinya ketika dia sedang melakukan kesalahan merayu supaya isterinya tidak marah tetapi Berbeda dengan nabi muhammad Saw, istrinya yang melakukan kesalahan namun beliau justru lemah lembut kepada isterinya

Patut Di Contoh Cara Nabi Muhammad Marah Kepada Istrinya

Patut Di Contoh Cara Nabi Muhammad Marah Kepada Istrinya – Baginda Nabi muhammad Saw juga manusia yang bisa marah kapan saja dan kepada siapapun  tetapi Rasulullah tidak marah dengan cara yang tidak terkendali, dikisahkan pada suatu hari saat Rasulullah Saw pernah ada perasaan marah kepada Aisyah istrinya kemudian beliau berkata dan memerintahkan : Akfiinii  ainak  (tutuplah matamu ). Maka istrinya pun menutup matanya.

Ketika posisi anda seorang istri diminta oleh suami untuk menutup mata sedangkan suami sedang dalam keadaan marah, besar kemungkinan anda memikirkan akan ada perlakuan yang negatif  dianiyaya dan lain sebagainya Tetapi apa yang dilakukan oleh Rasulullah?
Setelah mata Aisyiah ditutup Rasulullah kemudian mengatakan Taqarrabii ” mendekatlah kepadaku ” setelah Aisyah mendekat, kemudian Rasulullah SAW memeluk Aisyah sambil berkata- khumairahku ( marahku telah pergi setelah aku memelukmu.)

Begitu mudah Rasulullah memaafkan isterinya, begitu mulia beliau memperlakukan isterinya Perilaku inilah yang orang sekarang menyebutnya cara romantis. Perilaku tersebut menunjukkan akhlaqul karimah (perilaku yang sangat mulia) cara marah Rasulullah kepada istrinya yang patut kita contoh

Hal sebaliknya kebanyakan para suami akan lembut kepada isterinya ketika dia sedang melakukan kesalahan merayu supaya isterinya tidak marah tetapi Berbeda dengan nabi muhammad Saw, istrinya yang melakukan kesalahan namun beliau justru lemah lembut kepada isterinya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!