Selasa , April 24 2018
MENYENTUH !!! Tulisan Polisi Asep Surya Deni Di HUT Polri Ke 71 Tahun

MENYENTUH !!! Tulisan Polisi Asep Surya Deni Di HUT Polri Ke 71 Tahun

MENYENTUH !!! Tulisan Polisi Asep Surya Deni Di HUT Polri Ke 71 Tahun – Pada tanggal 1 juli 2017 kemarin meruapakan hari jadi kepolisian negara  republik indonesia. Ada pernyataan yang cukup menyentuh khususnya untuk saya pribadi dari salah satu anggota kepolisian yang sudah saya kenal sejak kanak-kanak.

Kata-kata dan tulisan menunjukan ke pribadian dan cerminan dari seseorang dalam tulisan yang saya ambil dari postingan akun facebook Polisi Asep Surya Deni pada tanggal 1 juli 2017 bertepatan dengan hari ulang tahun Polri yang ke 71.

Tulisan yang  dimuat oleh Pak Asep Surya Deni buah hasil pemikiran sendiri atau hasil copas dari anggota kepolisian yang lain tetapi mewakili perasaanNya saya juga tidak tahu..!!! Tetapi dalam tulisan ini cukup memberikan pesan yang mendalam dan patut di hargai. Berikut ungkapan Polisi Asep Surya Deni di hari ulang tahun Polri yang ke 71 tahun

BAIK DIBILANG BAIK

Polisi baik itu kalau kata orang baik dibilang baik..Polisi tidak pernah baik, kata orang tidak baik..Orang baik selalu berkata baik.. Orang yg selalu berkata tidak baik biasanya bukan orang baik.. Maka dari itu tidak usah pusing dengan omongan orang yang tidak baik, apalagi yang berkata tidak baik belum tentu orang baik..

Masalahnya, baik dan tidak baik jadi semakin bias dijaman sekarang apalagi semua orang punya indikato masing masing.

Kalau polisi lepaskan penjahat atas permintaan keluarga penjahat, pasti polisi dibilang baik oleh keluarga penjahat, tapi dibilang tidak baik oleh keluarga korban. Sebaliknya kalau polisi menahan penjahat, polisi dibilang tidak baik oleh keluarga/teman penjahat.

Kalau polisi cuma menegor pelanggar lalu lintas yang menyerobot jalan, pasti polisi dibilang baik oleh pelanggar, tapi dibilang tidak baik oleh orang yg mengantri lama.

Apakah polisi baik harus seperti penasihat yang memberi siraman rohani setiap hari ? Kalau gitu sih namanya ustadz

Apakah polisi baik tidak boleh menilang orang yang melanggar ? Boleh tilang.. Yang tidak boleh adalah main mata dengan pelanggar lalulintas.

Polisi sering tangkap penjahat, korbannya senang pelaku ditangkap, tapi keluarga tersangka bilang polisi jahat karena tangkap suami/ayah/adik/keponakan mereka.

Polisi banyak menangkap penipu, korbannya senang, tapi teman-teman pelaku tidak suka karena temannya ditangkap, dan cerita kemanapmana kalau polisi jahat karena tangkap temannya.

Polisi pernah sulit membuktikan kejahatan orang yang dilaporin, korban tidak puas dan bilang polisi tidak baik, terlapor juga tidak suka karena diperiksa polisi bolak balik masih dalam status jadi saksi..

Kerja polisi yang baik itu sebenarnya memang berakibat membuat tidak nyaman bagi beberapa orang.. Namun, sepanjang itu dilaksanakan dengan tulus, maka kita jangan pernah ragu bertindak untuk tetap menjadi penjaga peradaban.

Tapi bagaimanapun kami juga mengakui masih banyak kekurangan, kami minta dukungan doa dari kalian semua agar kedepannya nya kami bisa jauh lebih dari sekarang. Aminnnn

Baik baik ya kalian semua. Kami menjaga orang baik supaya dapat hidup baik. Polisi baik harus buat orang baik makin baik. Polisi baik juga harus bisa buat orang tidak baik mejadi baik. Tetap semangat….!

Itulah ungkapan Polisi Asep Surya Deni pada Dirgahayu Bhayangkara ke – 71th, tanggal 1 Juli 2017. saya Copas dari status media sosial Facebook akun miliknya.

Menurut informasi teman masa kecil saya ini bertugas di kawasan Ciamis Jawa Barat. Lahir tumbuh dan besar Di Kampung karang sari Desa Cimaragas kecamatan pangatikan Kabupaten Garut.

Terlahir dari keluarga yang Baik, santun dan dermawan. Sejak kecil sudah dikenal menjadi pengayom untuk saudara-saudaranya dan teman-temannya termasuk saya. Beliau Siap terluka untuk membela kebenaran LOH Ko terluka apa maksud nya ?

Sedikit intermezzo saja. Pada saat kami sama-sama duduk di bangku sekolah SLTP pada tahun 1997 sampai 2000 saya mengalami suatu kejadian mau di pukul oleh siswa seangkatan lain yang badannya lebih besar dan disegani oleh siswa lainnya

Hanya gara-gara hal sepele saya sering memperhatikan orang ini karena penampilan fisik berbeda dengan siswa lainnya ( berkumis lebat seperti orang sudah dewasa pada waktu itu ) singkat cerita saya dapat ancaman kemudian saya ceritakan kepada Asep Surya Deni

Tanpa menunggu lama pada saat jam istirahat sekolah, siswa yang mengancam saya itu ditemui dan di ajak dialog dan kebetulan saya yang tidak jauh dari tempat pertemuan mendengarkan apa yang di bicarakan kurang lebih seperti ini.

Dalam Bahasa Sunda  ‘ Maneh bener rek nenggel dulur urang ? Mun bener wani mah jeung urang gelut na‘ ( Artinya Kamu bener mau mukul saudara/teman saya ? kalau memang berani duel nya sama saya ) orang tersebut terlihat takut dan gemeteran yang pada akhirnya meminta maaf

Asep Surya Deni  Mengajak Berantem BUKAN Berarti sok jagoan tapi semata-mata hanya melawan sipat arogansi orang yang merasa paling hebat dan ditakuti.

Asep Surya Deni berani membela saudara atau teman-temannya asalkan dijalan yang benar, sebelum bertindak selalu di meminta konfirmasi ( Sifat pengayom sudah terlihat dari beliau masih anak-anak )

Tulisan yang saya Posting ini TIDAK ada Maksud apapun. Hanya sekedar nostalgia karena sampai saat ini sudah hampir 17 tahun tidak pernah bertemu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!