Minggu , Juli 22 2018
tiga sumpah nabi muhammad saw

Masihkah Ragu Sebagai Muslim Dengan Tiga Sumpah Nabi Muhammad

Masihkah Ragu Sebagai Muslim Dengan Tiga Sumpah Nabi Muhammad – Sumpah berarti menyebut sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan seseorang untuk menegaskan suatu pernyataan. pengertian umumnya sumpah dilakukan untuk menguatkan kebenaran dari suatu hal. untuk seorang muslim yang paling penting dalam hidupnya adalah Allah Ta’ala, sehingga dalam setiap ucapan sumpahnya dia harus menyebut atas nama Allah  dan sepatutnya menjadi yakin tidak ada keraguan sedikitpun terhadap kebenaran yang disampaikan dalam sumpah tersebut.

Sama seperti kita manusia biasa Rasulullah SAW  juga pernah mengucapkan sumpah yang terjadi disaat manusia paling mulia akhlak nya ini mendekati ajalnya. ada tiga sumpah yang diucapkan oleh paduka alam Rasulullah SAW yang ditujukan untuk seluruh umatnya. Apa isi sumpah Rasulullah tersebut ? Berikut isinya :

Di dalam sebuah riwayat hadits disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, Ada 3 perkara yang aku bersumpah atas ketiganya yaitu :

  • Tidak akan berkurangnya harta karena melakukan sedekah, maka jangan ragu untuk bersedekah
  • Tidaklah seseorang yang memaafkan perbuatan orang yang berbuat dzalim kepada dirinya, melainkan akan Allah gantikan  di tambah dengan kemuliaan.
  • Dan tidaklah seseorang yang membuka pintu atas dirinya untuk meminta-minta kepada manusia, melainkan akan Allah buka untuknya pintu menuju kefakiran  (Hadits Riwayat. Ahmad & Al-Bazar)

Bunyi hadits diambil dari kitab Kunuz as-Sunnah an-Nabawiyah oleh Bari Irfan Taufiq pada juz I pada halaman 138. Di dalam kitab Shahih al-jami, Syaikh Albani berkata bahwa hadits ini shahih hadits  tersebut diatas menjelaskan tentang tiga hal yang disumpahi oleh baginda Rasulullah Saw yaitu :

1. Harta tidak berkurang karena melakukan sedekah

Hal ini merupakan sumpah nabi yang pertama. Segala amalan shaleh berupa sedekah, infak dan zakat yang dilakukan di Jalan Allah Ta’ala dengan hati yang ikhlas tidak akan membuat harta yang di miliki seseorang berkurang Malah  sebaliknya, dengan bersedekah rezeki yang didapatkan akan bertambah berkali-kali lipat Seperti yang telah disebutkan dalam banyak riwayat bahwa Allah Swt berjanji untuk menambahkan kenikmatan kepada hamba nya apabila ia bersedekah dengan harta yang diperolehnya. Hanya bentuk dan caranya yang allah lakukan tidak akan dapat diperkirakan Itu rahasia Allah. Sebagai seorang hamba, tugas kita hanyalah melakukan amal kebajikan dengan ikhlas karena allah saja jangan sampai sibuk menghitung berapa allah akan membalas jumlah kelipatan nya dari harta kita yang telah di sedekahkan

2. Orang yang bersabar dari penganiayaan ( Di Dzalimi ) akan diberikan kemuliaan

Orang baik dan orang jahat yang datang dalam kehidupan kita merupakan salah satu bentuk ujian yang allah kirimkan hikmah adanya orang yang dzalim adalah anjuran bagi kita untuk berlaku sabar dan tidak membalas kedzalimannya tersebut. Sumpah Rasulullah Saw yang ini secara tidak langsung akan menjadi penawar bagi orang yang teraniaya dan akan mendapat kemuliaan tinggi di sisi Allah sudah seharus nya kita  percaya bahwa Allah tidak akan memandang remeh umatnya yang bersabar dari penganiayaan terhadap dirinya oleh orang lain melainkan sudah menyiapkan ganjaran besar yang sudah di janjikan .

3. Meminta-minta merupakan gerbang pintu kafakiran

Agama islam mengajarkan kepada umatnya untuk mencari rezeki dengan cara yang terhormat dan mencela budaya meminta-minta. Oleh sebab itu islam memandang mulia orang yang berusaha mencari rezeki dengan cara yang halal. Dan sebaliknya bila mendapatkan harta hasil dari mengemis bukanlah sesuatu yang layak untuk dibanggakan.

Bahkan nabi muhammad Saw sendiri pernah menyebutkan bahwa seseorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar kemudian dibawa ke pasar dan dijual lalu uangnya digunakan untuk mencukupi segala keperluan dirinya perbuatan itu lebih baik daripada orang yang meminta-minta yang terkadang diberi dan terkadang lagi suka di tolak.

Demikianlah tiga sumpah Rasulullah umatnya tinggal bagaimana sikap kita menghadapinya. Apakah berusaha untuk menjalankannya karena tidak sedikit dari kita yang terkadang masih ada keraguan untuk melaksanakan Dan sungguh sangat beruntung orang yang mampu mengamalkan perintah dan anjuran nabi muhammad Saw tersebut di atas. Wallahu ’alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!