Legenda Sejarah Tiket Masuk Tradisi Adat Istiadat Kampung Naga Tasikmalaya

Legenda Sejarah Tiket Masuk Tradisi Adat Istiadat Kampung Naga Tasikmalaya

Legenda Sejarah Tiket Masuk Tradisi Adat Istiadat Kampung Naga Tasikmalaya – Untuk menambah pengetahuan pada kesempatan kali ini saya akan sedikit membahas sebuah desa wisata edukasi kebudayaan yang terletak di antara kabupaten garut dan tasikmalaya. Lokasi perkampungan yang di kelilingi perbukitan dan pesawahan yang asri dan sejuk

Tidak hanya wisatawan biasa, banyak pelajar yang sudah mengadakan study tour ke kampung naga yang terkesan dengan menawarkan suasana malam yang tenang, udaranya yang sejuk di tambah dengan warga masyarakat nya yang someah ( Ramah )

Belum lama ini Walikota bandung Bapak Ridwan kamil juga tertarik mengunjungi kampung adat tasikmalaya ini beliau mendoakan semoga lestari adat budaya sunda yang selalu menghormati alam lingkungan disekitarnya

Adat istiadat kampung naga yang bertahan dengan memegang teguh tradisi para karuhun (Leluhurnya ), yang masih dijalani sampai dengan zaman yang sudah modern seperti saat ini. Masyarakat kampung Naga masih sangat sakral dengan budaya karuhun secara turun temurun dengan menjalani nya menjadi suatu penghormatan kepada Leluhur nya

Sejarah Kampung Naga Tasikmalaya

Legenda kampung naga terdapat banyak versi mengenai awal mula keberadaan Kampung Naga. ada Beberapa sumber menceritakan pada masa Syekh Syarif Hidayatullah yang lebih dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati, Salah seorang abdi-nya bernama Singaparna ditugaskan untuk menyebarkan ajaran agama Islam ke arah barat.

Kemudian Singaparna sampai di daerah Neglasari yang sekarang menjadi Desa Neglasari di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Di daerah ini, Abdi Sunan Gunung Jati ini disebut Sembah Dalem Singaparana, Legenda yang terkenal akan kesaktiannya dimana suatu ketika bisa menaklukan seekor singa yang sedang mengamuk

Diceritakan pada Suatu hari Abdi Sunan Gunung Jati ini mendapatkan petunjuk untuk bersemedi ( Mujasmedi ) Dalam masa persemediannya, Singaparana mendapat petunjuk bahwa harus mendiami suatu tempat yang sekarang disebut Kampung Naga. Tetapi masyarakat Kampung Naga yang mengunakan bahasa sunda dalam keseharian nya sendiri kurang meyakini kebenaran legenda sejarah tersebut.

Tradisi Adat Istiadat Kampung Naga

Filosofi hidup mereka ada 3 yaitu amanah, wasiat, dan akibat, Dalam kesehariannya tradisi adat istiadat masyarakat disini sangat disiplin Pamali ( bahasa sunda ) atau diartikan dalam bahasa indonesia  adalah TABU berpengaruh sangat kuat untuk Kampung Naga.

Pamali diartikan juga sebagai pantangan, yaitu ketentuan hukum tidak tertulis yang wajib dijunjung tinggi serta dipatuhi oleh setiap warganta dalam kesehariannya, terutama yang berkenaan dengan aktifitas kehidupan.

Misalnya tradisi adat istiadat dalam tata cara membangun dan membentuk rumah, letak, arah rumah, pakaian upacara, kesenian dan lain sebagainya. Dalam hal membuat sebuah rumah, masyarakat Kampung Naga tidak diperbolehkan untuk mengisi dengan perabotan rumah orang pada umumnya seperti :

  • Kursi
  • Meja
  • Maupun tempat tidur

Dan rumah tidak boleh mempunyai 2 daun pintu pada arah yang berlawanan, oleh karena itu masyarakat Kampung Naga selalu menghindari pemasangan pintu yang sejajar dalam 1 garis lurus. Menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga, hal tersebut dimaksudkan agar rezeki yang masuk melalui pintu depan tidak akan keluar melalui pintu belakang.

Tradisi adat istiadat Pernikahan

Tradisi Dalam sebuah pernikahan masyarakatnta, jika ada salah satu warga nya hendak menikah dengan orang di luar keturunan asli Kampung naga, maka akan dipersilakan untuk mendirikan sebuah rumah diluar kompleks Kampung Naga. Namun diwajibkan membuat tanda khusus pada pintu rumah untuk menandakan bahwa mereka ini adalah keturunan Kampung Naga.

Agama ( keyakinan yang dianut ) Warga Kampung Naga

Dari segi keyakinan dan sistem pengetahuan, penduduk Kampung Naga beragama Islam. Pengajaran dalam mempelajari alquran untuk anak-anaknya diadakan setiap malam Senin dan malam Kamis, Kegiatan rutin pengajian bagi para orang tua nya dilaksanakan setiap malam Jumat.

Namun ada pemahaman yang berbeda dalam menunaikan rukun Islam yang 5 Tentang kewajiban ibadah haji untuk umat muslim yang mampu, Masyarakat disini beranggapan tidak perlu jauh-jauh pergi ke Tanah Suci Mekkah yang ada negara arab Saudi, Tetapi cukup dengan menjalankan upacara Hajat Sasih yang bertepatan dengan Hari Raya Haji (10 Dzulhijah). Upacara hajat Sasih ini menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga sama dengan hari raya Idul Adha maupun hari raya Idul Fitri.

Kuncen ( Guide ) Dan Tiket masuk kampung naga

Terdapat beberapa Tour and travel yang menawarkan Paket wisata kampung naga, Namun untuk anda yang mempuyai rencana mengunjungi wisata eduaksi ini sangatlah mudah dan tidak ada ketentukan harga tiket masuk, jadi tidak perlu bingung untuk menikmati kampung adat ini. anda cukup mencari kuncen yang bisa dijadikan Guide untuk memandu anda selama berkeliling, anda akan dipandu sedetail mungkin oleh mereka

Begitu sampai bisa meminta informasi ke petugas parkir. Perlu anda ketahui semua  Kuncen atau guide sudah terorganisir dengan baik. Jadi cukup mudah untuk mendapatkan jasa mereka. Namun  tidak ada ketentuan sayang tarif jiak meminta jasa para guide ini tergantung kebijaksanaan anda memberikan uang sebagai upah

Rute dan alamat kampung naga

Jika anda warga ibu kota Jakarta naiklah bus jurusan Tasikmalaya dari terminal Kampung Rambutan dengan tarif Rp 75.000 – Rp 110.000 ( tarip naik bus bisa berubah ) kemudian anda bisa meminta bantuan kondektur untuk menurunkan anda di pintu masuk Kampung Naga. Karena Pintu masuknya persis di pinggir jalan raya terletaj di, sebelah kiri  yang menghubungkan Garut dan Tasikmalaya. Setelah sampai di lokasi alamat yang dituju anda cukup mencari Guide

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!