Minggu , Juli 22 2018
Jadi Sasaran Kemarahan Umat Islam Ibu Mega Mulai Berbalik Sikap

Jadi Sasaran Kemarahan Umat Islam Ibu Mega Mulai Berbalik Sikap

Jadi Sasaran Kemarahan Umat Islam Ibu Mega Mulai Berbalik Sikap –  Kapolda Metro Irjen M. Iriawan disinyalir punya agenda politik balas dendam kepada Habib Rizieq Syihab yang dianggap sebagai penyebab kekalahan pasangan Ahok-Djarot pada pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017.

Ketua Progres 98, Faizal Assegaf melihat perilaku kesewenang-wenangan Kapolda dan Kabid Humas Metro Jaya Kombes Argo Yuwono telah memicu eskalasi kemarahan umat Islam kepada pemerintahan Pak Jokowi dan partai pengusungnya PDI Perjuangan.

“Suka atau tidak suka , Presiden Joko Widodo dan Ketua umum partai PDI Perjuangan ibu Megawati Soekarnoputri menjadi sasaran pelampiasan kebencian umat Islam. Lantaran telah dianggap sebagai pihak yang menjadi aktor di balik perilaku Polda Metro Jaya,” terang Faizal melalui pesan whataspp pada  Jumat 19 mei 2017

Menurut Pak Faizal, jika hal itu terus berlangsung maka dapat memberi peluang memicu gerakan aksi massa yang lebih besar mendesak Presiden Jokowi dilengserkan dan Partai yang di ketuai ibu megawati dibubarkan. Desakan tersebut kini dinilainya makin masif dan menimbulkan solidaritas yang luas serta mengarah pada konflik politik nasional yang mengkhawatirkan.

Pak Faizal tidak heran bila kemudian muncul sinyal dari keluarga ibu Megawati, secara mendadak berbalik sikap dan menunjukan keberpihakan kepada para ulama dan umat Islam yang dinilai terdzalimi. Hal itu dapat dilihat dari pernyataan ibu Puan Maharani  sekaligus anak dari ibu megawati baru-baru ini di sejumlah media nasional yang menegaskan kedekatan Kakek ibu Puan presiden pertama negara ini dengan para ulama.

Intinya menyampaikan protes dan sekaligus peringatan kepada Kapolda Metro Jaya  Irjen M. Iriawan dan Presiden Jokowi,” terang Pak Faizal.

Pak Faizal meyakini sikap ibu Puan Maharani atas arahan Ibu Megawati yang mulai cemas dan terusik oleh aneka modus kriminalisasi para ulama yang dapat berakibat menciptakan politik adu-domba dengan Partai PDI Perjuangan.

Keluarga Mantan Presiden Sokarno tidak mau menjadi korban politik balas dendam dan dibenturkan dengan para ulama serta umat Islam, imbuh Pak Faizal.

Pak Faizal Assegaf menambahkan, perubahan sikap keluarga ibu Megawati perlu mendapat respon serius dari Kapolri Jenderal pak Tito Karnavian, Kepala Badan Intelijen Negara Pak Budi Gunawan dan Presiden Jokowi. Yakni dengan mengevaluasi secara serius kinerja Kapolda DKI M. Iriawan dan segala tindakan tendensius yang ditunjukan oleh Kombes Argo Yuwono.

Kedua oknum Polri tersebut dinilai terlalu banyak melontarkan pernyataan yang menyiram luka di hati para ulama dan umat Islam. Dampaknya membuat umat islam mencurigai bahwa partai PDI Perjuangan dan Presiden Jokowi sebagai dalang di balik serangan keji kepada para ulama serta tokoh-tokoh islam yang kritis.

Hemat dia, perlu ada langkah tegas mempercepat pergantian Kapolda DKI Irjen M. Iriawan sebab disinyalir mempunyai hubungan dekat dengan terpidana kasus penistaan agama Pak Basuki tjahaja Purnama.

Sumber Berita RMOL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!