Selasa , April 24 2018

Imam Al-Ghazali Tawakal itu digunakan dalam 3 Tempat

Imam Al-Ghazali Tawakal itu digunakan dalam 3 Tempat – Pengertian Tawakal adalah menyerahkan segala sesuatu kepada Allah swt setelah seorang hamba sudah berusaha dengan bersunguh-sungguh. Sebagai contoh si ‎Fulan ingin ingin menjadi pengusaha sukses, si fulan ini harus selalu giat bekerja dan tekun dalam belajar sebagai jalan syariat untuk menuju kesuksesan yang di cita-citakan. kemudian Setelah itu si fulan serahkan kepada Allah dan berdoa ‎agar menjadi pengusaha sukses. Si fulan sadar akan kewajibannya bahwa ia hanya berusaha yakni dengan tekun belajar, menjadi orang yang jujur, menjadi pribadi yang di sukai relasi kerja Adapun yang ‎menentukan sukses tidaknya hanya Allah swt. ‎

Seperti sebuah pepatah mengatakan kerja keras tidak akan mengkhinati dan kepantasan mendahului kesuksesan jadi allah maha tahu apa yang kerja kerjakan dan tidak luput dari pengawasannya sudah sejauh mana kita berikhtiar sesuai yang allah ridhoi

Ada tiga tempat Tawakal  dari pendapat salah satu imam terkemuka  imam Al-Ghazali sebagai berikut

1) Tawakal kepada segala keputusan Allah Swt

Dalam artian seseorang harus memiliki keyakinan penuh tidak ada keraguan sedikitpun dan merasa puas dengan keputusan apapun dari Allah. Hukum Allah tidak akan berubah, seperti yang terdapat dalam Al-Quran dan hadist

2) Bertawakal kepada pertolongan Allah Swt

Seorang hamba allah harus bersandar dan percaya sepenuhnya kepada pertolongan Allah . Jika engkau menyandarkan diri hanya kepada pertolongan Allah dalam dakwah dan perjuangan bagi agama Allah, maka  hakkul yakin Allah pasti akan menolong hambanya

3) Bertawakal berkaitan dengan pembagian rezeki yang diberikan oleh Allah. seseorang harus yakin bahwa Allah akan mencukup nafkah dan keperluan hambanya setiap hari. allah tidak  lalai seperti dalam sebuah riwayat daun jatuh pun allah maha tahu jadi bagaimana mungkin allah membiarkan hambanya yang sudah berikhtiar dengan sungguh-sungguh tidak memberikan rejeki

Nabi Muhammad Saw bersabda – jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal kepadanya, niscaya allah Swt akan memberimu rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung, Burung tersebut keluar dari sarangnya di pagi hari dalam keadaan perut yang kosong dan pulang di sore hari dalam keadaan perut terisi penuh ( (Hadist Riwayat Imam Ahmad At-Tirmidzi An-Nasa-i Ibnu Majah Ibnu Hibban dan Al-Hakim )

Allah SWT berfirman – Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (segala keperluannya) (QS Ath-Thalaq: 3)

Imam Al-Ghazali mengatakan – Rezeki itu ada empat macam yaitu

  1. Rezeki yang dijamin
  2. Rezeki yang dibagikan
  3. Rezeki yang dimiliki
  4. Dan terakhir rezeki yang dijanjikan oleh Allah Swt

Rezeki yang dijamin merujuk kepada makanan atau segala sesuatu yang menopang tubuh dan jiwa seseorang. Jenis rezeki seperti itu tak terkait dengan sumber lainnya di dunia. Jaminan terhadap rezeki jenis ini datang dari Allah swt maka bertawakal terhadap rezeki jenis ini wajib berdasarkan dalil aqli dan syar’i Sebab  Allah telah janjikan

Silahkan LIKE & SHARE jika dirasa bermanfaat….!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!